To open the words, let me say: ALHAMDULILLAHIROBBIL’ALAMIIIN :)
Oke, di post kali ini gw ga akan nulis dalam bahasa asing, bukan mendiskreditkan pembaca post ini (kaya ada aja), tapi biar lebih tersampaikan pesan yang mau gw sampein di post kali ini, haseek. Tujuan utama dari posting ini adalah untuk tetap memotivasi teman-teman yang lagi mengejar sesuatu, apapun itu, dan gw mau ngebuktiin ngga ada yang ngga mungkin.
Seperti yang lo bisa liat di posting sebelum ini, judulnya adalah: April Will Answer These Questions. Dan yes, semuanya terjawab, semuanya terbayar, semuanya tercapai, alhamdulillah (ngga cape2nya gw nyebut kata ini dalam kondisi apapun). Untuk beberapa temen gw yang udah kenal dan tau gw secara keseluruhan, pasti udah tau kalo gw adalah tipe orang yang cukup ambisius, but I find myself an ambitiuos-realistic one, dalam mengejar sesuatu, apalagi yang berhubungan ke impian-impian besar gw. Semua ini bermula pada saat gw kelas 12. Waktu dulu masih inget banget di benak gw betapa gw pingin banget parah buat bisa ke USA. Dan waktu itu ada publikasi mengenai suatu perlombaan bahasa Inggris tingkat nasional yang di mana ada 4 kota (Jakarta, Denpasar, Makassar, dan Banda Aceh) audisi yang di masing-masing kotanya akan dicari 16 besar dan dikerucutkan menjadi 4 besar perwakilan dari masing-masing kota tersebut untuk akhirnya dijadiin satu menjadi 16 besar nasional, untuk tim juara 1 nasional hadiahnya adalah ke Amerika Serikat. Tanpa pikir panjang, gw langsung mengiyakan untuk ikut proses seleksinya, walaupun waktu itu gw masih ada beban untuk UAN. Singkatnya, gw masuk 4 besar Jakarta dan masuk nasional, tapi waktu itu belum jadi rejeki gw ke amrik, karena tim gw ternyata dapet posisi 3.
—
Dari situlah, gw makin panas buat ngewujudin mimpi besar gw: foto di depan patung Liberty, di intersection nya Times Square, New York, dan muter lagu Empire State of Mind sambil buka kaca mobil pas keliling The Big Apple hahhaa. Masuklah gw ke Teknik Industri Universitas Gadjah Mada yang gw amat sangat bersyukur bukan hanya karena ini universitas terbaik dan terbesar, dan program studi favorit, tapi juga tempat yang memang sangat tepat untuk mengakomodir kehausan gw akan tempat pengembangan diri, dan kesempatan-kesempatan besar yang ada di dalamnya. Masih inget banget di otak gw, pas semester 2 ada senior gw di kampus yang baru balik dari NUS sebagai mahasiswa pertukaran. Gw mulai kebuka lagi pikiran untuk melanjutkan impian gw untuk bisa menjalani kehidupan dan studi di luar negeri. Gw utarakan lah pemikiran gw tersebut ke Deo, Fina, dan Ajung, dan mereka pun mengiyakan, dan kita beberapa hari kemudian iseng main ke lantai 3 KPTU (sekarang KPFT) buat ke Kantor Urusan Internasional di fakultas gw. Di situ kita tanya-tanya ada program untuk pertukaran yang gratis, ngga bayar, dan gampang ngga? *oke itu pemikiran anak SMA yang baru masuk kuliah banget dah. Dan ternyata ada! Erasmus Mundus: Euro Asia Program. Sebuah program kerjasama pertukaran mahasiswa, staff, dan dosen yang diinisiasi khusus oleh Wakil Dekan Bagian Hubungan Internasional di fakultas gw, gw daftar ke Borås University (Sweden). Program itu di bawah kendali Uni Eropa, dan program itu ditujukan khusus untuk mahasiswa Fakultas Teknik UGM, yang artinya kesempatan diterimanya relatif lebih besar daripada program pertukaran mahasiswa lainnya yang sudah terkenal. Tanpa pikir panjang, gw langsung lah tanya info ini itu, dan mulai apply programnya secara online di situsnya. Waktu itu gw, Deo, Shanty, Ajung, dan Aldo Mahardhika daftar bareng-bareng. Waktu itu Fina memutuskan buat ngga ikut, karena objektif dia di perkuliahan ngga ke arah situ, dan menurut gw itu hak masing-masing untuk menentukan objektif dan orientasi masing-masing. Kita yang memutuskan buat daftar mulai urus surat ini itu, nyembah-nyembah surat rekomendasi dari dosen, sisihin uang bulanan buat ikut tes TOEFL, bolak balik ngeliat senyuman manis yang kelamaan jadi senyum kecut dari petugas TU (mungkin dia bosen kali ya liat dia lagi dia lagi yang ngurus surat yg sejenis), birokrasi ribet, dan hal-hal lain yang dari luar terlihat mudah, tapi itu sebenernya ada seleksi alam tersendiri di mana kalo lo ngga kuat di niat bakalan sangat mudah untuk berhenti atau setengah hati pas mempersiapkan aplikasinya. Singkat cerita, datanglah hari pengumuman. Data nomor aplikasi dari aplikan yang diterima pun dipampang di situs program tersebut. Dan……. hanya Shanty dan Deo yang keterima. Dalam hati gw: anjriiiiiiiiiiiiitttt gw udah cape-cape daftar ini itu bla bla bla ga keterima, intinya waktu itu gw menganggap diri gw masih belum dewasa, di mana gw waktu itu cuma bisa menyalahkan nasib dan diri gw sendiri, tapi memang waktu itu gw benar-benar seneng parah pas tau yang keterima temen-temen gw sendiri, si Deo dan Shanty. Dari situ lah gw mulai lebih serius buat wujudin mimpi gw, dan alhamdulillah gw tipe orang yang ngga gampang nyerah, dan gw suka mengevaluasi diri. Gw mulai tau titik kelemahan gw baik dari sisi teknis maupun non-teknis.
Ngga berapa lama, dibuka lah gelombang ke-2 dari program yang sama itu. Kali ini yang mendaftar itu ada gw dan Aussie. Singkat cerita, kita daftar, dan….kali ini ada nomor aplikasi gw di situsnya, tapi………..di daftar cadangan :P hahhaa. Entah kenapa, gw waktu itu seneng! Karena gw mikirnya tuh ternyata data gw udah masuk ke sana, dan masuk cadangan, berarti mereka (agak) mempertimbangkan gw buat jadi calon penerima beasiswa pertukaran tersebut. Tapi ya tetep aja, waktu itu belum jadi rezeki gw. Dasar gw keras kepala, udah 2 kali gagal kaya gitu, masih aja belom kapok, makin getol lah gw. Gw tetap aktif di forum grup facebook program tersebut, dan ada beberapa bule dari Spanyol yang tiba-tiba kirim pesan ke gw, intinya nanya-nanya tentang kehidupan di Indonesia dll.nya, karena dia dan teman-teman nya lolos pertukaran ke UGM. Sampe harinya mereka tiba di Yogyakarta, akhirnya kita ketemu, menurut gw waktu itu agak aneh rasanya, gw kenalan sama orang bule di facebook, itu bule juga tertarik banget sama Indonesia, dan akhirnya ketemu pas di Yogyakarta. Ngga berapa lama tiba-tiba gw dihubungin sama staff Kantor Urusan Internasional Fakultas Teknik untuk direkrut jadi semacam buddy buat si bule-bule itu, ternyata minat gw ke hal-hal semacam ini berguna juga gw pikir, soalnya selain minat gw; interaksi dengan mahasiswa dan orang asing; terpenuhi, gw juga dapet bayaran yang oke waktu itu yang sebenernya orientasi gw sangat lah jarang ke hal finansial, tapi masa rejeki ditolak, apalagi gw anak kos hhe. Ngga berapa lama, entah kenapa makin banyak program sejenis yang gw temuin di situs kantor urusan internasional universitas gw. Ditambah, satu lagi temen gw, Wangi, dinyatakan diterima di Global UGRAD Exchange Program by AMINEF. Wow! Itu negara impian gw, Amerika Serikat! Gw langsung cari informasi tentang itu program. Kali ini tercipta lah sebuah kelompok mahasiswa TI UGM yang beranggotakan gw, Aussie, Ghita, dan Putri, kita menyebut sebagai anak-anak hobi. We define these kind of things as a hobby. Strange, isn’t it? No. Hhe. Kita mulai lah ribet huh hah huh hah ini itu buat siapin aplikasi untuk AMINEF itu, singkat cerita terkirim lah paket aplikasinya (kali itu bukan online application karena pusatnya ada di Jakarta)

Ngga berapa lama kemudian, ada lagi program berupa social internship IELSP, ke amrik juga, selama 1.5 bulan. Tanpa pikir-pikir lagi, tancap gas teroooos. Dan, gagal lagi.
—
Sampailah di waktu di mana kedua program tersebut mengumumkan siapa-siapa aja yang berhak nginjekin tanahnya Obama. Dan… I was failing, again :( Jujur, waktu itu gw sempet keganggu imannya. Gw mikir, apaan sih ini, gw udah doa kaya apaan tau, gw udah usaha kaya apaan tau, masih aja ngga dapet dapet juga. Malah waktu itu beberapa bulan sebelumnya di saat gw ada kesempatan dan rezeki buat bisa ke Amerika, eh visa gw ditolak gara-gara alesannya gw belum berhasil nunjukkin keterikatan yang kuat ke Indonesia padahal proof gw lengkap. Ditambah lagi, bokap pernah bilang kalo: “itu paspor diisi, jangan cuman dibikin doang terus expired gitu aja, usaha terus buat bisa bikin itu paspor keisi dengan usaha sendiri.” Nancep.
Tapi, emang dasar dah gw, kaga kapok kapok, nyari lah gw program lain yang bisa bawa badan gw ke luar Indonesia ke negara yang prestis lainnya. Ikut lah gw program Trust by Danone. Suatu program kompetisi marketing and strategy yang dibuat Danone di mana juara nasional masing-masing negara bakalan dibawa ke Prancis buat diadu sama pemenang-pemenang nasional dari negara hebat lainnya. Jadilah gw, Sisil, Fina, Fikry, Bon-Bon, dan Fikry buat ikut program itu, dan alhamdulillah tim kami lolos sampai tingkat regional Yogyakarta, dan subhanallah tim kami ngga lolos ke tahap berikutnya hahha. Lanjut lah gw ikut Nielsen Challenge 2011 bareng Otem dan Fina, yang ini lebih subhanallah lagi, tim kami ngga lolos sama sekali ke Singapura. Terus tancap gas dan menaikkan gigi perseneling, gw, Nca, Putri, Ghita, Aussie, dan mas Aun daftar ke program Total Summer School 2011. Setelah melalui beberapa tahap, alhamdulillah gw, Putri, Nca, dan mas Aun lolos ke tahap interview akhir universitas. Yang sampai saat ini belum ada juga pengumumannya untuk ke seleksi lanjutannya di Jakarta, yang pada akhirnya nanti cuman diambil sekitar 5 orang yang diambil dari peringkat nasional teratas gabungan aplikan dari UGM, ITB, UI, ITS.
—
Dan, si keras kepala dan tahan-banting-dari-cemoohan-sekitar ini malah tetep masih bandel, gw masih ikut ini itu, nyoba ini itu, dan hasilnya tetap sama hhe. Terus, gw daftar ke program Erasmus Mundus Lotus Project 1st Call. Gw mulai agak terbiasa dan kebal akhirnya, setelah melewati ini itu ini itu, lengkap dan terkirim lah aplikasi gw di situs program itu, gw daftar ke Uppsala Universiteit (Sweden) dan Groningen University (Netherlands). Sembari nunggu hasil, ada lagi yang namanya Erasmus Mundus Maheva Project, program sejenis dengan anggota konsorsium yang berbeda *konsorsium itu gabungan universitas-universitas yang ada di Eropa dan Asia yang menjadi tujuan studi para aplikan. Gw daftar ke Turku University (Finland), universitas di Prancis dan Spanyol di pilihan ke-2 dan 3 gw, dan gw lupa apa aja nama universitas nya. Datanglah hari pengumuman untuk Lotus yang gelombang 1, gw, Aussie, Ghita, Nca, dan Putri deg-degan parah. Kami saling agak berusaha menyembunyikan kegelisahan masing-masing. Waktu itu sekitar jam setengah 8 malam di kampus, jaman-jamannya praktikum di semester 5, serentak kami dapat e-mail nya, dan…. none of us made it. Sedih. Beneran. Kali itu gw berasa capek. Capek sama proses gw buat jalanin ‘hobi’ yang satu ini. Capek bolos beberapa kali demi ngurus surat ini itu. Capek buat nerima selentingan-selentingan sekitar yang seakan-akan bilang: yaelaaah ngapain sih lo sok-sokan daftar ini itu, lo tuh udah gagal berkali-kali yaudah sih. Bodoh, pemikiran dan prasangka kaya gitu adalah sesuatu hal yang konyol dan bodoh, bayangin kalo Thomas Alva Edison menyerah di percobaan ke 900 nya, ga kebayang gw ngetik sambil gelap-gelapan kali ya ga ada lampu. Di saat itu gw sempat ngebatin, dan kayanya beberapa kali ngomong ke diri sendiri dan orang lain: Ok, I’m over it, done. Tapi, sekali lagi gw mikir gw ga pernah tau, kalo sebenernya di saat gw berniat dan mendeklarasikan buat menyerah, sebenernya gw sangat amatlah dekat ke kesuksesan. Ngga ada yang pernah tau apa yang terjadi berikutnya, meskipun gw dapet mata kuliah Teknik Peramalan, gw, dan siapapun itu ngga bakalan pernah ada yang bisa meramal masa depan secara presisi.
Narik napas, bismillah, gw memutuskan buat LANJUT ikut program Lotus yang gelombang ke-2, gw daftar di Sciences Po University (France) & Vrije Universiteit (Belgium).. Kali ini gw ngga begitu ribet, karena data sebelumnya masih bisa dipake, kaya misalnya rekomendasi dari Pak Suhanan selaku DPA sekaligus ketua Jurusan Teknik Mesin dan Industri UGM, dan Pak Subagyo selaku Ketua Prodi Teknik Industri UGM, dan dosen yang pernah menerima gw sebagai asistennya, mereka sangat sabar dan mendukung gw melalui secarik kertas yang isinya dukungan dan rekomendasi mengenai gw ke universitas tujuan gw. Di saat gw memproses data untuk aplikasi Lotus gelombang ke-2 tersebut, alhamdulillah gw diterima sebagai Koordinator Non-Teknis di Tim Bimasakti UGM :) 

Sebuah tim pertama asal Indonesia, dan satu-satunya tim asal Indonesia yang akan turun dalam kompetisi ke-9 Student Formula SAE Japan 2011, di mana kompetisi tersebut adalah kompetisi khusus mahasiswa dalam manufaktur kendaraan formula secara keseluruhan, yang artinya proses dari awal sampai selesai dan analisis biaya nya dinilai. Gw cukup seneng ngejalaninnya, meskipun harus gw akuin kalo ini sangat tidak mudah, gw dan tim diharuskan bekerja dalam waktu yang relatif singkat, dan mencari dana yang sangat besar agar tim ini berjalan sesuai harapan. Sayangnya, Jepang ditimpa musibah gempa, tsunami, dan radiasi nuklir yang mengharuskan kompetisi ini ditunda, dan kami masih menunggu kepastiannya dalam beberapa hari ke depan. However, the team keeps progressing!! :D rangka mobil udah jadi :)
The Moment
==========
Rabu, 6 April 2011. Tanggal yang terpampang dari seminggu sebelum tanggal tersebut di situs resmi Erasmus Mundus Lotus, yang katanya di hari tersebut, semua aplikan baik yang sudah dan belum lolos untuk mendapatkan beasiswa tersebut akan diberitahukan nasibnya melalui e-mail. Gw, Putri, Nca, cuman bisa harap-harap cemas, sambil gw iseng di beberapa hari berikutnya nanya ke mereka: “Eh, lo belom ditelepon sama Total? Lo udah terima e-mail dari Erasmus Mundus Lotus?” dan mereka rata-rata berekspresi dan mengeluarkan kata-kata yang sama: “Emang lo udah?!! Kamu beneran udah terima?!” dan gw cuman bilang dengan tenang: “Emang gw tadi ada bilang gw udah?”. Intinya gelisah, yakin banget gw kalo sepinter-pinternya kita berusaha terlihat tenang, tapi pasti di hati kecil khawatir, gw dapet ngga ya, aplikasi gw ada yang ngaco ngga ya, apalagi kami sudah sama-sama di tahap ini, di tahap jenuh mencoba. Sampai seharian kita dikit-dikit cek hp, ada e-mail baru yang masuk ngga ya dari Lotus, kok belom-belom juga, bla bla bla. Sampe jam 12 malem pun ngga ada e-mail yang masuk. Gw memutuskan buat tidur karena besokannya ada UTS Pengantar Proyek Terpadu, toh gw waktu itu mikir selisih antara WIB dan waktu di sana adalah 5 jam, yang artinya kalo sampe jam 5 subuh di Indonesia belum ada juga, berarti diundur nih.
Jam 5 pagi, gw bangun buat subuh, yang pertama gw lakukan selain matiin 2 alarm di hp yang super berisik, adalah ngecek si hp. Ada e-mail masuk ngga nih, si Nca sama Putri kabarnya gimana ya. Dan, sms dari Nca yang gw buka, isinya dia bilang kalo dia udah terima e-mail dari Lotus, dan dia belum rezeki. Berikutnya BBM dari Putri, dia juga mengutarakan hal yang sama. Awalnya gw sedih, ya Allah, kami bertiga sudah sangat berusaha dan berdoa, kami sudah cukup terima dismotivasi ini itu. Gw mikir, mereka yang IPK nya di atas gw aja ngga dapet, apalagi gw, gw buka lah e-mail dari hp gw yang subject nya adalah: Notification Selection Result Call 2

Ngga bisa bohong, yang pertama kali terjadi di diri gw dan sudah sangat lama tidak terjadi adalah: keluar air mata netes dari mata gw. Dengan hanya pake celana boxer tanpa busana atas, gw cuman bisa sujud syukur, dengan gemetar, tangan dingin, badan lemas keseluruhan. *adegan ini ngga gw sampaikan dengan cara hiperbola, ini yang benar-benar terjadi. Apa yang gw sampaikan di tengah malam di saat hampir semua orang tidur di sujud gw tercapai, apa yang gw impikan tercapai. Alhamdulillah ya Allah. Gw langsung telepon nyokap dan bilang: “mah, telepon balik” dengan suara bergetar, dan prinsip ga mau rugi pulsa seorang mahasiswa yang ngekos. Nyokap pun panik pas telepon balik, karena suara gw bergetar, efek bangun tidur juga, dan alergi+sinusitis gw yang bikin suara gw makin berat di pagi hari. Gw bener-bener ngedoain temen-temen seperjuangan gw, terutama Putri dan Nca, karena gw tau rezeki besar itu akan selalu datang di waktu yang tepat, mungkin ini belum waktu yang tepat untuk mereka, who knows they will make it through Total Summer School 2011 :D kan masih ada harapan juga, belum ada pengumuman. Man jadda wa jada kalo kata orang-orang, which means those who struggle, will reap the giant benefits.
It finally comes TRUE!

Gw harus mengakui kalo niat yang lurus dan jelas menjadi salah satu pendukung yang besar selain doa, kesabaran, dan pikiran yang positif, serta keinginan untuk tidak hanya keep informasi program-program kaya gini buat diri sendiri, menjadi kekuatan dan kepuasan tersendiri buat gw. Apa yang gw usahain selama ini ngga sia-sia. Dan yang paling penting: Doa dan dukungan dari orang tua :) Bokap sama nyokap gw bener-bener sering bilang kalo: “Tenang aja do, nanti kalo udah waktunya bado pasti bisa, tapi harus tetep usaha dan doa, solat tuh jangan lupa sama ngaji” *oke gw emang jaraaaaaaang bgt yang namanya ngaji -__- Kesabaran dan meluruskan niat yang jelas untuk bisa pergi ke sana untuk bisa memotivasi dan menginspirasi orang lain menjadi kekuatan yang jauh lebih besar lagi, selain itu, kalo kata Uzi, keinginan untuk bisa bersujud di belahan dunia yang lain, menjadi orientasi gw yang ngga bisa gw bohongin ke diri sendiri kalo ini dia niat yang sesungguhnya. Di saat gw gagal kemarin-kemarin, gw ngga punya tujuan yang jelas. Selain mungkin data gw yang kurang kuat, ternyata gw baru sadar, dulu dulu itu gw apply ini itu cuman untuk sekedar bikin CV gw rame, ngga punya tujuan yang jelas dan kuat di pribadi gw itu.
Semoga apa yang gw tempuh dan capai bisa jadi motivasi dan inspirasi untuk yang baca dan punya impian yang sama kaya gw. Insya Allah next posting gw bakalan share tips dan trik nya etsaelah dahhh hhahaa.
Keep it in mind:
When you feel like you have failed and down at the same time, and emerges in your mind and words that you’re going to decide that you should let yourself give up, the thing that actually happens is that: YOU’RE JUST VERY CLOSE TO THE REAL SUCCESS.
bonjour! :)
-
mianasiranda liked this
-
opipnedcheese liked this
-
thumbup liked this
-
thumbup said:
[1]
HAII.. salam kenal dulu, aku Indah..
sebenarnya aku ga tahu kamu siapa, bahkan aku lupa kapan dan knapa aku follow tumblr kamu.. hhe..
.. continued.
-
thumbup reblogged this from andikarinaldo
-
finaalamanda liked this
-
alviane liked this
-
bindaanissa liked this
-
andikarinaldo posted this